Iklan
News Ticker

Kamera Saku, Bisaaaaaaaaaaa

By : Uung

Bagi yang belum memiliki kamera DSLR atau Mirrorless, tidak perlu berkecil hati. Dengan kamera saku anda juga masih bisa memotret objek dengan hasil yang bagus. Kamera saku jaman sekarang sudah terbilang canggih dengan banyak fitur yang terdapat dalam kamera DSLR sudah diterapkan pada kamera saku. Hanya saja orang awam terlalu underestimate dengan kamera pocket ini.


Soal kemampuan dan kualitas kebutuhan komersial jelas berbeda karena kamera saku memang diciptakan bukan untuk kebutuhan fotografi komersial kecuali beberapa merek tertentu yang sudah mempunyai brand produk di dunia. Kenyataa yang terjadi di sini kamera saku memang lebih banyak di gunakan untuk keluarga, dan perusahaan atau instansi untuk keperluan dokumentasi. Mode standar, jeprat, jepret … … sudah cukup. Mode yang digunakan paling hanya timer untuk foto selfie. 😦

Berikut ini saya berikan beberapa tips yang bisa digunakan untuk memaksimalkan kamera saku anda.
1.       Setting pada ISO
ISO ini berfungsi untuk menyesuaikan sensitivitas terhadap cahaya. Biasanya ISO yang terdapat dalam kamera saku antara 100-1000. Untuk mengatur ISO diusahakan menyesuaikan intensitas cahaya, semisal memotret objek pada malam hari atau pada ruangan dengan cahaya yang gelap maka setting ISO pada angka yang tinggi kisaran 500-1000. Begitu juga sebaliknya, pada saat cahaya berlebihan atau siang hari (outdoor) ISO kita setting pada angka kecil biasanya antara 100-200.
2.       Gunakan Tripod
Memang sedikit ribet untuk menggunakan tripod namun fungsi tripod adalah mengurangi goyang karena posisi kamera lebih stabil. Kesulitanya adalah pada saat memotret objek yang bergerak karena kamera tidak fleksibel. Namun bagi anda yang menyukai objek pemandangan tripod sangat saya anjurkan.
3.        Jangan memaksakan Digital Zoom
Dalam kamera saku ada dua jenis zoom, yaitu Optical Zoom dan Digital Zoom. Sangat dianjurkan tetap menggunakan Optical Zoom, karena pembesaran pada ukuran subjek dilakukan oleh komponen gelas optic yang terdapat di dalam lensa kamera. Cara kerjanya sama seperti teropong.
Kesalahan yang sering terjadi adalah pada penggunaan Digital Zoom. Biasanya untuk mengejar objek yang jauh penggunaan Optical Zoom diabaikan. Perlu diketahui bahwa Digital Zoom tidak melakukan pembesaran pada ukuran subjek, Digital Zoom hanya melakukan pemotongan area gambar sekitar subjek dan hanya mengembangkan ukuran foto.  Efek yang dihasilkan jika anda menggunakan fasilitas Digital Zoom adalah gambar yang dihasilkan tidak memunculkan detail alias tidak tajam. Efek lain yang timbul adalah adanya noise pada gambar.
4.       Scene Mode
Penggunaan scene mode sangat saya anjurkan karena selain cepat kita tidak terlalu direpotkan oleh settingan kamera. Berikut beberapa contoh dengan Scene Mode,Daylight dapat digunakan untuk memotret di siang hari. Cloudy untuk memotret pada kondisi cuaca mendung. Beach digunakan pada saat anda memotret pantai.
5.       Komposisi Pada Objek Foto
Komposisi foto lebih singkatnya adalah penempatan objek maupun pemilihan background.  Anda jangan hanya terpaku pada satu penempatan objek di tengah saja, usahakan untuk mencoba penempatan objek di pinggir atau sudut tertentu.
6.       Pencahayaan Dan Penggunan Flash (Blitz)
Usahakan mendapatkan cahaya ruang yang cukup atau terang. Dalam hal ini penggunaan flash atau blitz lebih baik dikurangi kecuali memang kondisinya sangat gelap dan intensitas cahayanya terlalu rendah.
7.       Fitur Makro
Fitur ini dapat digunakan untuk memotret bunga atau benda-benda kecil lainya. Penggunaan fitur makro lebih maksimal untuk objek kecil karena auto focus dapat bekerja pada jarak yang dekat sehingga menghasilkan detail yang bagus.
8.       Auto Focus
Untuk hasil yang tajam dan focus yang baik usahakan pada saat akan memotret objek anda wajib menekan ½ tombol shutter.
Jangan ragu untuk mencoba dan lakukan kembali sampai anda merasa bisa kemudian lakukan eksplorasi lainya.
Iklan

7 Comments on Kamera Saku, Bisaaaaaaaaaaa

  1. nambah dari pengalaman selalu pake kamera saku mas.. memainkan EV juga asik, biasanya kalo aku nurunin -1.0/-0.7 kalo di pantai.. kemudian mode fokus, misalnya kalo sunset/sunrise pake fokus mode spot.. :mrgreen:

    Suka

  2. sip , makasih share ilmunya 🙂

    Suka

  3. Punyaku sdh jarang kepake…
    Lbh praktis pake kamera hp,jepret,edit,posting… lbh cepat..

    http://bakulkangkungjpr1.com/2015/07/30/stnk-only-mending-nggak-usah-lah-brojelas-penipuan-itu/

    Suka

  4. kamera sku aku malah aku jual. trus aku ganti sama HP LG..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: