Iklan
News Ticker

Etika Dalam Trail Adventure : Sosial Menjadi Hal Paling Utama

trabas bandung dirt bikers indonesia

Saat sedang asyik duduk-duduk dibawah rindangnya pohon yang dikelilingi oleh perkebunan milik masyarakat sekitar Desa setempat, serombongan penggemar offroad trail adventure trail tiba-tiba didatangi 2 orang petani dengan membawa sabit yang berkilau tajam. Dengan wajah tidak bersahabat, petani tersebut membentak keras. “Apa kalian yang minggu kemarin main trail disini? Banyak tanaman kami yang rusak karena dilindas motor. Ayo siapa yang akan bertanggung jawab” ujar salah seorang petani.

Kisah diatas adalah kisah nyata yang dialami seorang sobat OP yang ikut rombongan trail tersebut. Kisah tersebut mungkin tidak banyak atau mungkin belum banyak terjadi. Namun bisa saja kedepannya akan menjadi masalah besar kalau kegiatan trail adventure atau offroad roda dua tidak diikuti dengan etika dalam berkegiatan.

Bisa-bisa masyarakat atau petani disekitar jalur offroad akan menolak kehadiran motor trail. Kalau sudah begini, maka yang rugi kita juga karena tidak bisa leluasa lagi menikmati hobby offroad trail Adventure.

Lantas apa sih yang harus dilakukan agar kejadian diatas jangan sampai terjadi? Yang diperlukan adalah beretika dengan baik dan benar. “Ketika bicara tentang etika dalam offroad, maka setidaknya kita akan bicara dua hal yaitu etika sosial dan etika lingkungan. Ini yang harus kita pahami dan laksanakan” ujar Frans Tanujaya, salah satu pendiri Trabas, Bandung.

Etika terhadap lingkungan menjadi sangat penting diperhatikan, karena kegiatan offroad itu memanfaatkan alam sebagai media. Artinya setiap kegiatan di alam, apapun bentuknya, akan punya potensi untuk merusak alam atau hutan. Hutan itu adalah sebagai sebuah ekosistem yang berisikan tumbuhan, satwa, tanah dan juga masyarakat lokal yang memanfaatkan hutan untuk kehidupan mereka.

Misalnya seperti jangan membuang sampah plastik, botol minuman atau puntung rokok ketika offroad dihutan. Sampah sampah itu sangat sulit hancur secara alami, bisa-bisa hutan jadi penuh sampah nantinya. “Puntung rokok juga bisa menimbulkan kebakaran hutan, apalagi dimusim kemarau panjang. Bawalah selalu kantong sampah dan tempat untuk putung rokok sobat” tegas Suka Priyana, salah seorang anggota Trail Adventure Ardilaya Ciamis.

Ketika ada binatang liar melintas di jalur offroad, kasih kesempatan binatang itu lewat dulu. Jangan main tabrak saja, apalagi kalau binatang itu hewan langka yang dilindungi, bisa-bisa sobat dipidana karena membunuh binatang dilindungi dengan ancaman penjara 5 tahun. Binatang itu adalah penghuni asli hutan, mereka yang lebih dulu ada dibanding kita. Nah sebagai ‘tamu’ kita patut punya etika dirumah para binatang liar tersebut.

Kemudian minimalkanlah offroad dihutan pada malam hari. Saat offroad dimalam hari, suara motor akan lebih terdengar nyaring. Ini berpotensi lebih menggangu bagi penduduk desa yang berada didekat jalur offroad, dan pasti mengusik ketenangan binatang hutan yang sedang nyenyak tidur. Bisa-bisa ada monyet yang jatuh dari pohon, karena kaget dengan deru motor.
Itu beberapa contoh etika dilingkungan. Sedangkan etika sosial lebih terhadap hubungan hubungan dengan masyarakat sekitar jalur adventure. Misalnya ketika melalui jalan umum termasuk jalan diperkampungan, kendarailah motor dengan santun. Tidak perlu kebut kebutan atau memutar gas keras keras sehingga menimbulkan polusi suara kepada masyarakat sekitar.

Bicara tentang polusi suara, ada pandangan yang keliru tentang knalpot. Knalpot yang suaranya menggelegar itu identik dengan laju motor yang kencang. Padahal itu pikiran yang keliru. Sekarang dunia dirt bike internasional lagi ramai ramai mengurangi kebisingan suara knalpot.

Di USA dan Eropa kalau kita mau offroad atau bahkan pertandingan motocross itu sudah diatur soal kebisingan knalpot. Beberapa negara membatasi maksimum 96 Db. Kalau lebih dari itu tidak akan diperbolehkan bertanding. Semua pabrikan knalpot trail ternama seperti FMF dan Pro Circuit sekarang justru memproduksi knalpot yang tingkat kebisingan rendah, namun dengan tenaga dahsyat. Jadi kalau masih ada yang berfikir motor trail itu suara knalpotnya harus menggelegar, pikiran itu perlu ditendang jauh-jauh.

Etika sosial lain contohnya seperti saat ada anak kecil atau hewan ternak melintas, kasih kesempatan anak kecil atau binatang itu lewat terlebih dahulu, jangan main seruduk saja. Ketika konvoi lewat jalan raya, jangan sampai mengganggu pengguna jalan lainnya. Jalan umum adalah milik semua orang, hargai juga orang lain yang mau lewat.
“Saat offroad disekitar ladang atau lahan pertanian dan berpapasan dengan petani atau penduduk desa, beri kesempatan mereka terlebih dahulu untuk lewat. Jangan sekali-kali melindas tanaman petani. Jika itu terjadi karena kecelakaan yang tak disengaja, segera minta maaf ke petani dan kalau perlu mengganti biaya kerusakan tersebut” tutup Guntoro, salah seorang pecinta trail adventure asal Ajibarang, Purwokerto.

source : WJS Previous Owner

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: